Mengenal Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Banyak umat Islam menjalankan ibadah ini untuk meraih pahala besar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, puasa sunnah ini termasuk amalan utama pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang penuh keberkahan.
Umat Islam melaksanakan Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini menghadirkan keistimewaan luar biasa, terutama bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji. Di Indonesia, banyak masyarakat Muslim memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa, dzikir, sedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Karena itu, umat Islam sebaiknya menjalankan amalan ini dengan penuh keikhlasan.
Baca artikel lainnya: 5 Langkah Berdamai dengan Diri Sendiri Agar Hidup Lebih Tenang
Apa Itu Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang umat Islam lakukan sehari sebelum Puasa Arafah. Kata “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan persiapan dan bekal perjalanan haji.
Pada hari Tarwiyah, jamaah haji mulai mempersiapkan diri menuju Mina. Sementara itu, umat Islam yang tidak berhaji dapat memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah. Puasa Tarwiyah membawa banyak keutamaan karena berlangsung pada hari-hari terbaik dalam Islam. Bahkan, Allah SWT sangat mencintai amal saleh yang umat Islam lakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Keistimewaan Puasa Tarwiyah
Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa Tarwiyah membawa keberkahan besar bagi umat Islam. Berikut beberapa keutamaannya:
1. Mendapatkan Pahala Berlimpah : Puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah memberikan nilai pahala yang sangat besar. Umat Islam yang menjalankannya dengan ikhlas akan memperoleh ganjaran berlipat ganda.
2. Melatih Kesabaran dan Keikhlasan : Puasa tidak hanya mengajarkan seseorang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri. Karena itu, puasa Tarwiyah membantu umat Islam memperbaiki akhlak dan memperkuat iman.
3. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Saat berpuasa, seorang Muslim dapat lebih fokus menjalankan ibadah. Banyak orang memanfaatkan hari Tarwiyah untuk memperbanyak doa dan dzikir.
Niat Puasa Tarwiyah
Umat Islam dapat membaca niat puasa Tarwiyah pada malam hari atau sebelum waktu dzuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Apa Itu Puasa Arafah?
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan Puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak berhaji. Bahkan, Rasulullah menyebut puasa ini dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang. Karena keutamaannya sangat besar, banyak umat Islam menjadikan Puasa Arafah sebagai amalan utama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Keutamaan Puasa Arafah
1. Menghapus Dosa Dua Tahun : Puasa Arafah memiliki keutamaan besar berupa penghapusan dosa selama dua tahun. Keutamaan ini mendorong banyak umat Islam menjalankan ibadah tersebut dengan sungguh-sungguh.
2. Mendapatkan Rahmat dan Ampunan Allah : Hari Arafah termasuk hari paling mulia dalam Islam. Oleh sebab itu, umat Muslim dapat memperbanyak istighfar, doa, dan amal saleh pada hari tersebut.
3. Menjadi Momentum Introspeksi Diri : Puasa Arafah memberi kesempatan bagi umat Islam untuk mengevaluasi diri. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Niat Puasa Arafah
Berikut bacaan niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Tips Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Agar ibadah puasa semakin maksimal, umat Islam dapat melakukan beberapa hal berikut:
1. Perbanyak Doa dan Dzikir : Selain berpuasa, isi waktu dengan membaca Al-Qur’an dan berdzikir agar hati terasa lebih tenang.
2. Menjaga Perkataan dan Perilaku : Puasa tidak hanya menahan lapar, tetapi juga mengajarkan umat Islam menjaga ucapan serta sikap dari hal buruk.
3. Bersedekah kepada Sesama : Bulan Dzulhijjah menjadi waktu terbaik untuk berbagi rezeki kepada orang lain yang membutuhkan.
Hikmah Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah mengajarkan kesabaran, pengorbanan, serta keikhlasan kepada umat Islam. Selain itu, amalan ini membantu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.Puasa sunnah ini tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga membantu seseorang memperbaiki kualitas diri. Karena itu, umat Islam sebaiknya memanfaatkan momentum bulan Dzulhijjah dengan sebaik mungkin.
Dengan memahami niat, tata cara, dan keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah, semoga umat Islam semakin semangat menjalankan ibadah sunnah yang penuh keberkahan ini.





