BENARKAH 10 MUHARRAM ADALAH TRADISI LEBARAN ANAK YATIM? INI PENJELASANNYA

LUMAJANG, ZAMRUDMADANI.ORG –

10 Muharram kerap sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim, pasalnya memuliakan Anak Yatim dianjurkan oleh Nabi saw., dikarenakan keutamaan bulan Muharram itu sendiri.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai  tradisi Lebaran Anak Yatim di Indonesia. Mulai dari alasan mengapa tradisi ini dilakukan, hingga berbagai cara yang dapat dilakukan untuk berbagi dengan Anak Yatim saat Lebaran.

ALASAN TRADISI LEBARAN ANAK YATIM INI DILAKUKAN

Rasulullah saw., bersabda dalam sebuah hadits,

Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada diantara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di Indonesia meyakini kebiasaan menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram dilakukan karena bersedekah kepada Anak Yatim di bulan Muharram merupakan amalan yang mulia.

Rasulullah saw., bersabda dalam sebuah hadits,

Apakah kamu ingin hatimu lembut dan hajatmu terkabul? Sayangilah Anak Yatim, usaplah kepalanya, berilah ia makanan dari makananmu, maka hatimu akan lembut dan hajatmu akan terkabul.” (HR. Thabrani)

Disamping bersedekah, terdapat keutamaan lainnya bagi muslim yang mengusap kepala Anak Yatim pada 10 Muharram dalam hadits Nabi saw., lainnya.

Dan barangsiapa mengusap kepala Anak Yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.” (Kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya-Iwal Mursalin karya Abullaits Assamarqandi)

Muslim yang menyayangi Anak Yatim semasa hidupnya niscaya akan dekat kedudukannya dengan Rasulullah saw., sebegitu dekatnya, Nabi saw., mengibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah.

bahwa aku dan orang-orang yang memelihara Anak Yatim dengan baik akan berada di surge, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah, lalu nabi mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu ia renggangkan.” (HR. Bukhari)

M Khallilurahman Al Mahfani dalam bukunya yang berjudul “Dahsyatnya Doa Anak Yatim” menyebut keutamaan lainnya yaitu tergolong sebagai orang-orang yang taat. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt., dalam QS. Al Insan ayat 8, yang artinya :

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.

Disamping itu, muslim yang menyantuni Anak Yatim juga akan diselamatkan dari siksa neraka di hari kiamat kelak, insyallah.

Nabi saw., bersabda,

Demi yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi Anak Yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani)

BERBAGAI CARA YANG DAPAT DILAKUKAN DALAM BERBAGI DENGAN ANAK YATIM

Tradisi berbagi dengan Anak Yatim saat Lebaran sudah berlangsung sejak lama di Indonesia. Hal ini didasarkan pada ajaran Islam yang menganjurkan umat Muslim untuk saling peduli dan berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu dan membutuhkan.

  1. Berbagi Kasih
  2. Peduli Sesama dengan Berbagi Rezeki
  3. Saling Mengasihi
  4. Silaturahmi Yatim
  5. Kebahagiaan Bersama

Tradisi berbagi dengan Anak Yatim saat Lebaran merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang tinggi dalam masyarakat Indonesia. Dengan berbagi kita dapat meringankan beban mereka dan membantu mereka untuk merasakan kebahagiaan di Lebaran Yatim 10 Muharram.

  1. Berbagi Kasih

Berbagi Kasih adalah tindakan memberikan cinta, perhatian, dan dukungan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dalam konteks Lebaran Anak Yatim, berbagi kasih dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti :

  • Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada Anak Yatim yang membutuhkan;
  • Memberikan Santunan berupa uang atau barang;
  • Mengajak Anak Yatim untuk bermain dan bergembira.

2. Peduli sesama dengan berbagi Rizeki

Peduli Sesama adalah sikap atau tindakan untuk memperhatikan, menghargai, dan membantu orang lain. Dalam konteks Lebaran Anak yatim, peduli sesama dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti :

  • Memberikan bantuan materi (dapat diberikan dalam bentuk uang, makanan, pakaian, ata barang-barang lainnya yang dibutuhkan oleh Anak Yatim);
  • Memberikan bantuan tenaga (seperti memasak, membersihkan lingkungan, atau merawat adik-adik mereka yang lebih kecil);
  • Memberikan bantuan pikiran (seperti memberikan les privat atau membantu mereka belajar);
  • Memberikan bantuan moral (dapat dilakukan dengan memberikan kata-kata yang baik, pelukan, atau sekedar mendengarkan cerita mereka).

3. Saling Mengasihi

Saling Mengasihi adalah sikap atau tindakan memberikan kasih sayang, perhatian, penghargaan, dukungan dan mencintai atau saling peduli antara sesama. Dalam konteks Lebaran Anak yatim, saling mengasihi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti :

  • Memberikan perhatian dan kasih sayang kepada Anak Yatim;
  • Menghargai dan menghormati Anak Yatim;
  • Tidak membeda-bedakan Anak Yatim dengan anak-anak lainnya;
  • Menyayangi Anak Yatim dengan tulus.

4. Silaturahmi Yatim

Silaturahmi Yatim bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Anak Yatim dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Dalam konteks Lebaran Anak yatim, silaturahmi yatim dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti :

  • Mengundang Anak Yatim ke rumah;
  • Mengunjungi Panti Asuhan;
  • Mengadakan acara khusus untuk Anak Yatim;
  • Mengajak Anak Yatim jalan-jalan.

5. Kebahagiaan Bersama

    Kebahagiaan Bersama adalah kondisi dimana semua orang merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan secara bersama-sama. Ini mencakup keadaan dimana orang-orang saling mendukung, memahami, dan menghargai satu sama lain, sehingga menciptakan lingkungan yang positif dan harmonis. Dalam konteks Lebaran Anak yatim, kebahagiaan bersama dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti :

    • Memberikan hadiah Lebaran;
    • Mengajak Anak Yatim bermain;
    • Menyiapkan makanan dan minuman kesukaan Anak Yatim;
    • Mengajak Anak Yatim jalan-jalan.